drama ini tayang di akhir tahun 2021, tapi baru ditonton tahun 2022
dan baru dipost reviewnya 2026! :D
jumlah episodenya tumben ganjil nih, ada 17 episode
drama ini mengisahkan tentang lee san yang pada saat itu masih menjadi putra mahkota dan perjalanannya untuk menjadi raja. di awal episode sudah dijelaskan bahwa ini hanyalah cerita fiksi yang penokohannya diambil dari tokoh sejarah.
lee san merupakan putra dari putra mahkota sado. nantinya lee san akan menjadi raja meneruskan tahta dari kakeknya, raja yeongjo. kenapa bukan dari ayahnya? seperti yang kita ketahui bahwa putra mahkota sado meninggal saat dia masih menjadi menjadi putra mahkota, belum naik tahta menjadi raja. putra mahkota sado merupakan korban politik karena ibunya seorang dayang istana, bukan ratu.
ibu dari putra mahkota sado adalah selir yeong. beliau merupakan selir kesayangan raja yeongjo. karena asal usul ibu putra mahkota sado adalah selir, maka para pejabat menganggap bahwa ia tidak layak menjadi raja. ditambah hubungan yang kacau antara raja yeongjo dan putra mahkota sado.
raja yeongjo adalah putra dari selir choi suk bin atau yang lebih kita kenal dengan nama choi dong yi. raja yeongjo naik tahta menggantikan kakaknya yaitu raja gyeongjong yang merupakan putra dari selir jang hee bin atau yang lebih dikenal dengan nama jang ok jung. meskipun raja yeongjo lahir dari seorang selir, dia tidak mengalami konflik seperti putranya, putra mahkota sado. hal itu karena raja gyeongjong pula yang memberikan jalan agar adiknya tersebut dapat naik tahta.
namun di drama ini sempat diperlihatkan seberapa tertekan raja yeongjo karena dianggap membunuh kakaknya agar bisa menjadi raja.
aku mau mengutarakan pendapat pribadiku setelah baca beberapa sumber dan nonton salah satu film yang menceritakan tentang putra mahkota sado yaitu The Throne. menurutku kekacauan terjadi karena beberapa faktor. para pejabat yang tidak suka karena status ibu dari putra mahkota sado, secara tidak langsung telah mengintimidasinya. jarak usia antara raja yeongjo dan putra mahkota sado yang cukup jauh mungkin juga mempengaruhi hubungan antara ayah dan anak ini yang bisa jadi tidak henti-hentinya memunculkan kesalahpahaman.
di drama ini cerita lebih fokus pada lee san yang berusaha keras mempertahankan posisinya sebagai putra mahkota agar nantinya bisa menggantikan tahta kakeknya. lee san selalu melakukan yang terbaik agar posisinya sebagai putra mahkota aman. dia begitu ambisius untuk menjadi penerus tahta kakeknya. hal itu dikarenakan ia ingin membersihkan nama ayahnya dan menjadi raja yang hebat. lee san bertahan dengan rasa sakit hatinya karena kematian ayahnya, selain itu harus menghadapi sikap keras kakeknya.
selain upayanya sendiri, ada pengorbanan seorang dayang istana bernama sung duk im yang berkali-kali selalu rela mengorbankan nyawanya demi lee san. kita akan berpikir bahwa sung duk im menyukai lee san yang merupakan putra mahkota. meskipun sung duk im sebenarnya menyukai lee san, namun ternyata sung duk im benar-benar tulus mengabdi dan melindungi lee san.
sung duk im dijadikan dayang istana khususnya di istana putra mahkota atas bantuan nyonya hyegyeong yang tak lain adalah ibu dari lee san, istri dari putra mahkota sado. namun orang yang menemukan bakat sung duk im adalah kepala dayang cho. kepala dayang cho yang sengaja agar sung duk im bisa dekat dengan lee san sejak sung duk im masih menjadi calon dayang. sayangnya sung duk im tidak semudah itu untuk dimanfaatkan.
sung duk im bukannya tidak mencintai raja, tapi dia lebih takut kehilangan dirinya. dia takut kehilangan teman-temannya dan juga menua seorang diri. kenapa? karena untuk dapat menikahi raja, statusnya hanyalah selir. karena dia berasal dari dayang istana, bukan bangsawan.
setelah menolak lee san berkali-kali, akhirnya sung duk im luluh dan bersedia menjadi selir. lalu sung duk im menjadi selir senior tingkat pertama karena telah melahirkan putra mahkota. namun putra mahkota meninggal karena sakit campak di usia muda.
lee san berkali-kali mendapat ancaman pemberontakan agar dia tidak lagi menjadi putra mahkota. dari fitnah kecil yang disulut oleh selir kakeknya dan juga bibinya, hingga nyaris dibunuh. pemberontakan-pemberontakan tersebut didalangi oleh kepala dayang cho yang membentuk organisasi dengan anggota para dayang istana di istana gwanghan. kepala dayang cho tidak setuju juga lee san nantinya menjadi raja, karena menganggap lee san akan sama seperti ayahnya yang 'gila'. kepala dayang cho menggerakkan dayang-dayang yang merupakan anggotanya untuk memata-matai lee san bahkan juga menyerangnya.
dari dayang park terkuak alasan kepala dayang cho melakukan itu semua karena ia sakit hati kepada raja yeongjo. kepala dayang cho memiliki mimpi untuk menjadi selir raja, maka ia mendekati raja yeongjo sejak masih berstatus pangeran. kepala dayang cho sengaja mendekati raja yeongjo dengan memanfaatkan "kesamaan" status dirinya dan juga ibu raja yeongjo yang sama-sama seorang dayang. tapi saat raja yeongjo telah naik tahta, beliau justru memilih selir yeong yang juga seorang dayang, teman kepala dayang cho. kekecewaan kepala dayang cho membuat dirinya mendirikan istana gwanghan. dalam drama ini, kepala dayang cho diceritakan sebagai penyebab kematian putra mahkota sado.
selain sung duk im, ada sosok lain yang juga selalu membantu dan melindungi lee san, yaitu hong duk ro. awalnya hong duk ro adalah utusan dari raja yeongjo untuk menjadi teman lee san dan memiliki tugas melaporkan apapun yang lee san lakukan. seiring berjalannya waktu, lee san dan hong duk ro menjadi teman. hong duk ro adalah satu-satunya teman lee san. namun hong duk ro tidak sepenuhnya tulus. hong duk ro lebih berambisi lee san segera menjadi raja dibandingkan ambisi lee san sendiri.
sebenernya dari awal udah curiga sama hong duk ro ini, kayak punya maksud tertentu. terus waktu dia ketemu sama penasehat kedua dan ngomongin soal adiknya, jadi kepikiran nih orang pasti pengen jadi iparnya raja ketika lee san naik tahta. dan bener aja, adiknya dijadikan ratu. tapi ternyata gak lama setelah diangkat jadi ratu, adiknya meninggal dunia karena diduga depresi.
sepeninggal adiknya, hong duk ro merasa dendam. dia curiga adiknya dibunuh. tapi justru dia yang membuat alasan palsu dan hampir saja memfitnah ratu kim (nenek tiri lee san, ratu terakhir raja yeongjo) yang telah meracuni adiknya. tidak hanya memfitnah ratu kim, hong duk ro juga dalang dari penculikan dayang-dayang istana. akhirnya hong duk ro harus melepas jabatannya dan diusir dari istana. beberapa tahun kemudian hong duk ro meninggal dan raja benar-benar sedih karena bagaimanapun hong duk ro adalah orang yang menemaninya sejak masih kecil.
sosok ratu kim juga menarik untuk dibahas. dari awal bikin penasaran, dia bakalan di pihak lee san atau putri hwawan. ratu kim diangkat menjadi ratu sejak usia 15 tahun. maka dari itu, dia terlihat masih sangat muda bila disandingkan dengan raja yeongjo. dan juga ternyata ratu kim 7 tahun lebih muda dari putri hwawan. sikapnya terlihat dingin dan datar, tapi nyatanya dia lebih berpihak ke lee san. sedangkan ratu kim sendiri sering berselisih dengan putri hwawan. ratu kim tidak memiliki anak, tetapi saat lee san naik tahta ia tetap menjadi ibu suri.
putri hwawan merupakan adik dari putra mahkota sado. entah kenapa dia begitu membenci keponakannya tersebut. tapi kebenciannya pada lee san sepertinya sebatas kekhawatirannya jika tidak bisa lagi tinggal di istana setelah lee san menjadi raja. karena bagaimanapun dia tidak memiliki putra kandung yang 'ditawarkan' untuk menggantikan posisi putra mahkota.
hampir semua karakter penting di drama ini memang karakter asli, bukan hanya tokoh fiksi. mungkin jalan ceritanya kombinasi antara fiksi dan non fiksi.
seperti sung duk im yang merupakan selir raja, memang benar adanya dan ia diberi gelar sung ui bin. dan sung duk im meninggal tidak lama setelah putranya meninggal.
drama ini bisa dibilang sad ending karena memang sesuai kisah aslinya, tapi dikemas dengan manis seperti ending queen of seven days.
tetep rekomen untuk ditonton. siapin cemilan yang banyak buat episode awal, dan tisu yang banyak untuk episode akhir :')

